Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat

1507 views

Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat – Aji adalah nama saya, OB di salah satu perusahaan swasta kecil di ibukota. Tiga bulan pertama ada karyawan baru yang datang ke meja resepsionis. Namanya Dewi. Wanita cantik, sekitar 165cm tinggi, berat 50kg, bibir sensual, ramah, tersenyum, senang rok mini memakai dan sepatu hak tinggi, kulit lebih bersih dan rambut sebahu.

Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat qb

Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat

Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat – Suatu sore, saya sedang terburu-buru karena bos dipanggil untuk menyiapkan hidangan untuk tamu yang datang dari Kalimantan, saya tanpa sadar menabrak Dewi yang sedang berjalan sambil melihat telepon tanpa memperhatikan jalan sehingga terjadi tabrakan sengaja antara aku dan dewi. Dia tinggi bila dibandingkan dengan perempuan biasa sekitar 170 cm ditambah sepatu, karena tubuh di sekitarnya, dengan refleks aku memeluknya karena takut terjatuh. Dalam lengan saya terasa harum parfum yang membuat nafsu darah saya beriak aliran sampai keubun kepala.

Cerita Sex Memek sukacita Virgin

“Duh, maaf mas Aji. Aku tidak liat, ini saat membaca sebuah karya e-mail dari ayah.” Kata Dewi sedih.
“Ya, Mbak Dewi gapapa. Saya juga lagi buru-buru disebut ayah karena hehehe.” Hal ini jelas bagi saya sambil mengatakan selamat tinggal kepada ayah dari ruang bos.

Setelah itu kami juga kembali bekerja dengan kesibukan masing-masing dan tidak lagi memikirkan kecelakaan. Sekitar setengah jam sebelum waktu berhenti, saya menghubungi dia melalui telepon untuk mengundang film yang bagus untuk menonton dan kebetulan semua. Eh dia setuju bahwa hanya dua orang menontonnya.

Selama perjalanan ke tujuan kita chatting di-ngidul tidak dikenal dan tertawa dan saya bertanya apakah dia punya pacar? Menjawab baru saja putus tiga bulan yang lalu sehingga ia memutuskan untuk pindah tempat saya. Saya pikir dia lebih stabil dan kebetulan sekali saya ingin mendekati.

Setelah membeli tiket dan makanan ringan kami masuk ke dalam gedung yang masih sepi … terlalu tenang biasanya tidak …. aku mengambil posisi di tengah dan dapat memilih wali kata.

Tak lama filmpun dimulai … tanganku mulai menyentuh tangannya … dia masih membiarkan pikiran kotor saya … … Mulai lembut meremas …. ia hanya menjawab dengan halus …. saya menempatkan wajahku. .. napas ketelinganya mulai masuk melalui lubang telinga agak terhalang oleh rambut harum.

Kuberanikan untuk mencium leher … dia hanya mendesah, “Aaahhhhh ……” kuarahkan ke pipi dan ke dalam mulutnya … .. Pertama kali dia menutup mulutnya tetapi tidak kuasa untuk membukanya juga karena saya terus mulutku menekan bibirnya …. “Ssssshhhhh ……” Tanganku masih meremas jari-jarinya dan kemudian pindah ke leher berikutnya lagi dan pinggang … dari waktu ke waktu hingga payudara yang masih terbungkus kantor seragam … lidahku mulai memainkan lidahnya dan sebaliknya …. Aku melihat matanya terpejam … agak jari yang kuat mulai meremas tubuh saya …. kita tidak lagi memperhatikan film makhluk disaring.

Aku menyentuh mendapat paha …. tapi terhambat oleh stoking panjang ke perut … Saya tidak sabar untuk merasakan kemaluannya … ia meraih lenganku agar tidak merasa barang … kuraba terus … akhirnya dia mengalah. kubisikan untuk melepaskan stockingnya, kita kehilangan semua permainan sejenak … hanya untuk melepas stoking dia memakai … kemudian kembali lagi ke game asli …. kurogoh dengan tangan kekar dan berbulu yang masih terbungkus celana selangkangan. .. tangan saya mulai kepinggulnya. Ternyata dia memakai terikat cd selain itu, saya membuka perlahan untuk membuatnya lebih mudah untuk melanjutkan kememeknya, suara napas terdengar hanya kami berdua, saya datang ke permukaan dan turun ke pusar, betapa terkejutnya saya meraba-raba ternyata bulu hanya sedikit.

Aku melepas mulut saya dari mulutnya dan bertanya, “Wi, bulu dicukur ya?” Bukan jawaban yang saya terima tapi sedikit tamparan mendarat dipipiku … plak! Aku pindah lagi …. sampai film selesai.

Kubisikan lagi, “aku mengikat lagi ya, Wi.” Tidak ada jawaban, kuikatkan kembali, filmpun akhirnya kita semua bubar. Dianak melangkah tangga ke tujuh, dia menarik saya dan berbisik “Ji, tali off ….” Aku buru-buru meninggalkan sisi pepet pinggul sehingga orang tidak mengharapkan.

Turun tangga lagi keanak kesembilan eh dia berbisik lagi “Ji mereka juga menawarkan pula, tidak mengikat kencang”

“Sory dech …” kataku.

Akhirnya ia menekan menuruni tangga dengan kaki dan memegang sisi kiri rok. Saya ambil motor cepat cepat sementara ia berdiri menunggu.

“Sampai akhirnya …….” Kami berdua hanya cekikikan saja.
“Di mana Anda akan lagi kita sekarang ….” kataku
“Ini sampai pulang hanya karena malas, lebih berisik mama.” Dewi menjawab singkat. Kemudian kupercepat laju sepeda ke tirta pondok di Halim.

Sesampai di sana, langsung ke ruangan, ngoborol-berbicara untuk sementara waktu, maka saya ke kamar mandi untuk mencari kondom hitam saya selalu mempersiapkan dalam tas dan saya menciumnya kembali lagi terus sampai tidak bisa napas. “Eeeggghhhhh ……” sambil menarik mulutnya, “Perlahan dong, Ji.”

Aku mulai mencium perlahan sambil membuka baju dan behanya.

Payudaranya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, puting kecil coklat gelap. Saya mencium payudaranya, “Sssshhhhh ……” dia menjambak rambut saya. Saya bermain lidah saya di salah satu puting sementara yang lain meremas payudara lainnya. “Ssssshhhhhh …….” napas Hunt.

Aku menjatuhkan roknya dan celana dalam dan aku berbaring tidur sambil terus menyusui, “sssshhh …… ooohhh … .. Ji …” desah Dewi.

Saya tidak peduli tentang suara, dan cukup yakin jembutnya beberapa bulu dan halus-halus lagi, belai membelai jika hanya sedikit, dan kemudian saya bermain itilnya sudah basah, dia agak terkejut.
“Aaauuu, ahhhh …” Aku memperbaiki lagi permainkanku, akan kumasukan kememeknya tapi jari-jari saya, “Aaaaauu, Ji sakit!” Teriak Dewi. Mengapa anak ini tampaknya masih perawan, pikirku.

Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat – Kujilati terus puting sementara aku membuka seluruh pakaian saya, mereka menemukan dua manusia tanpa benang sehelaipun, ia melihat penis saya sejenak dan kemudian tertawa, “Hahaha,” mengapa saya berkata, “Bentuknya lucu …” dia kata, meremas penis lembut halus dengan tangan kirinya. Kemudian perlahan-lahan geser paha saya jadi merengang.

Saya melampirkan kondom baru saya beli pagi ini, harga tidak terlalu mahal seperti orang lain, tetapi dikemas kondom hitam selalu menjadi andalan untuk urusan tempat tidur. Setelah itu, mengatur posisi untuk siap menerobos lubang vaginanya.

“Eeghhh … egghhh ….” Tidak bisa juga, dua kali baru-baru masuk kepalanya bahwa saya tidak kehilangan akal, kujilat terus puting dan pantat perlahan ketekan memasukkan seluruh penis dan “Ssssssshhhhhh … Eeeeggghhhh … Sssshhhh … “kemudian berhenti dan mulai kuayunkan perlahan sekali,” Sssssshhhhhh …. Ssssshhhhh … Aaakkhhhh … .. Ji … .. ”
“Ji …….” Satu-satunya suara untuk didengar, semakin cepat ayunan pantatku dan aku merasa seluruh persendianku ingin datang off, “Sssssshhhhhh … ooohhhh … My god …” katanya .

Aku berhenti pertandingan karena saya ingin keluar jadi saya berhenti sejenak, eh dia malah berbalik, mengatur posisi penis saya sesuai vagina dilobang dan bbbllleeess, masukkan lagi penis saya di lumatan vagina tetap kencang. Dia mengangkat dan menurunkan tubuhnya, “ssshhhh …. Sshhhh … Aahhhh … ..” Aku Mulut disumpalnya dengan susu dan puting telah menegang semua seperti penis saya menegang dari sebelumnya.

“Ssssshhh … Aaaaahhhhh …. Ooohhhhh … Ssssshhh …” Lima menit kemudian, ia meraih rambutnya dan Hank turun ketubuhku. “Ji … Aaaakkkkkhhhh … Jiiiii … Sssshhhhh ….” Rupanya dia mencapai klimaks, dan saya merasa shock dari vagina lubang empot seperti ayam.
“Sssshhhhhh … Aaahhhhhh … Jiiiiiiiiii …” Pejuku disemprotkan di lubang vagina sekitar empat atau lima kali kejutan, untungnya memakai kondom jika Anda tidak dapat diganggu, jadi saya pikir.

Akhirnya kami berdua lemas dan bermandi keringat. Sesaat ia masih menyematkan saya dan saya menciumnya dengan mesra. Lalu ia meluncur ke tempat tidur, aku mengambil sebatang rokok untuk saya merokok, ternyata dia ingin mengisap penis saya lagi.

“Aaahhh … ..”, sambil memijat penis saya … “Tidak pernah dalam kepalanya …” kataku
“Emangnya kenapa ??” tanya Dewi.
“Sakit tahu, he … he … he …”

Aku bertanya perlahan, “Wi, hhmmm, kalian dulu suka seperti ini atau tidak?”

“Saya tidak berani …” jawabnya dalam waktu singkat untuk menyelesaikan penis hisapannya.
“Jadi ini adalah yang pertama?” Saya tambahkan.

Dewi hanya mengangguk, aku tidak melihat jika ada tetes dikontolku darah vagina. Dia berjalan ke kamar mandi, dan kemudian jeritan kecil, “Aaauuuu!”

“Kenapa Dewi?!” Aku bertanya sedikit bingung.
“Sakit Urine.” Jawaban Dewi.

Kemudian kami mandi dan membersihkan tubuh keduanya. Tanpa merasa sudah di delapan tiga puluh, kami memesan makan malam dan makan tanpa pakaian.

Setelah makan malam kujilati lagi sampai putingnya menegang kembali, saya diminta untuk menghisap penis saya tapi Dewi hanya menggeleng, kuraba juga mulai vagina basah.

Kubalikkan dia, kuarahkan keliang vagina penis dari belakang, “Aaaauu … ..” teriaknya kaget dan terus daari kuayunkan perlahan begitu cepat.

“Sssshhhhh … ssshhhhh … ssshhh … Enakkk Jiiiii …”

Kemudian ia meminta saya untuk mengubah posisi terlentang yang ia mulai menaki saya sementara susu yang ditawarkan untuk dihancurkan lagi.

Kuarahkan lagi tanpa melihat dimana posisi lubang dan memberkati, ia mulai mengayunkan tubuhnya.

“Sssssshhhhhh … Sssshhhhh … Aaaahhhh … Ji …” Lima menit kemudian, punggungnya kaku dan “Aaaahhhhh ……. Ji …” Sambil menekan saya. Sekarang giliran saya tidak bisa bernapas karena rambut tertutup, pantat ketat kuhentakkan dan pantat kuayunkan terus kemudian, “Ssssssshhhhhhh … .. ……… Dewiiii” pejuku yang kedua keluar.

Kami istirahat sejenak dan mandi air panas lagi dan saya melihat jam saya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kuantarkan dia pergi ke rumah dibilangan tebet timur.

Hari berikutnya kami bekerja seperti biasa, tapi dia menelepon saya, “Ji, masih sakit saat kencing. Tuh sampai pagi terlalu sakit.”

“Tidak apa-apa, tapi baik kan? Ingin menambahkan?” Tanya menggoda saya.
“Kemudian, ya …” Jawab Dewi singkat. Aku hanya tersenyum membaca pesan singkat.

Sejak saat itu saya secara teratur bercinta Dewi, baik karena kehendak saya, atau karena libido Dewi meningkat. Kami bahkan memiliki waktu untuk melakukannya di kantor diam-diam nafsu jika tidak bisa tertahankan.

Incoming search terms:

  • memek perawan

Tags: #cerita daun muda #cerita dewasa #cerita ngentot #cerita sex #mesum #ngentot #perkosaan #porno #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Sex 2016 Memek Perawan Yang Sungguh Nikmat"

Penulis: 
    author