Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab

87739 views

Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab – Ikrima adalah seorang ibu rumah tangga bermuka cantik yang berkulit putih mulus berumur 30 tahun. Wanita cantik ini terlihat alim dengan jilbab lebar serta jubah panjang dan kaus kaki sebagai ciri Muslimah yang taat, apabila dia keluar rumah atau bertemu laki-laki yang bukan mahromnya. Dalam kehidupan seharinya wanita berjilbab ini bekerja sebagai karyawan counter HP yang cukup ternama di Kaliuang. Karena kesibukannya mengurus rumah tangganya, maka Ikrima memohon agar ditempatkan di kaliurang yang notabene dekat dengan rumahnya. Dalam counter TZN di kaliurang tersebut hanya dikelola oleh Ikrima dan 2 orang laki-laki rekan kerjanya.

Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab maria ozawa tits 09

Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab

Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab – Pagi hari sekitar pukul 8.00 pagi, suasana counter TZN dikaliurang sangat sepi, tidak seperti hari biasanya banyak yang beli pulsa atau transaksi jual beli HP. Dengan jilbab putih yang lebar warna putih, serta pakaian panjang sampai diatas lutut berwarna biru dipadu dengan celana panjang warna hitam serta kaus kaki berwarna krem membuat Ikrima tampak sangat cantik dan alim. Kebetulan hari itu Ikrima tidak

Ikrima duduk dibelakang etalase bersama teman laki-lakinya yang bernama Romy karena kebetulan hari itu jatahnya temannya yang bernama nanang libur. Romy sudah beristri yang juga berjilbab yangditempatkan di TZN pusat di karanganyar.

Pagi itu suasana counter TZN kaliurang memang sangat sepi. Belum ada satupun pelanggan yang beli pulsa atau sekedar melihat-lihat HP baru.

Sebentar kemudian Nampak mendung tebal bergayut diatas kota kecamatan yang terletak dilereng Merapi tersebut. Jarum jam menunjukkan jam 8.30 pagi, tiba-tiba saja terlihat kilat disertai Guntur kemudian disusul hujan yang lebat. Air hujan bagai tercurah dari langit diatas bumi kaliurang. Suasana tersebut menambah sepi suasana counter tersebut, karena jam segitu adalah jam kerja dan jam sekolah. Sementara orang yang tidak beraktifitasmenjadi malas keluar karena hujan deras.

Tak sengaja Ikrima menoleh kesamping, Ups..hati Ikrima tergetar ketika menyadari Romy ternyata juga sedang memperhatikanya.Laki-laki tersebut terlihat gugup ktika mata Ikrima memergokinya. Segera aja dia membuang muka, di mata Ikrima Romy terlihat cukup baik dan santun, usianya mungkin sekitar 29 tahunan. Ikrima hanya tersenyum melihat kegugupannya.

“Malah hujan mas?’ Ikrima mengawali pembicaraan.

Romy menoleh dan tersenyum,lantas mengangguk. Entah mengapa kemudian Ikrima menjadi sangat akrab dengan teman kerjanya tersebut,padahal Ikrima bukan seorang wanita yang mudah akrab dengan laki-laki lain.

Dalam perbincangan itu,entah mengapa diam-diam Ikrima membandingkan Romy dengan suaminya. Ikrima melihat badannya lebih tinggi dibanding dengan suaminya, Romy lebih atletis dan tegap. Dengan dada berdesir,Ikrima akhirnya menyadari kalau muka Romy mirip sekali dengan suaminya. Wanita berusia 25 tahun ini bagaikan lupa keadaan dirinya ketika berbincang kian akrab dengan Romy. Ketika berulangkali laki – laki ini memuji kecantikan mukanya, Ikrima menjadi salah tingkah. Ibu rumah tangga yang aktif ikut pengajian salah satu ormas besar disolo ini merasa tersanjung dengan pujian laki-laki tersebut.

“Ah mas Romy..”desis Ikrima dengan muka terasa panas mendengar pujian itu walaupun dalam hati Ikrima merasa senang.
“Bener kok mbak..mbak begitu cantik, manis apalagi pakai jilbab seperti ini,jadi kian anggun beruntung deh yang jadi suami Mbak..”kata Romy seraya lekat memandang muka wanita berjilbab lebar ini.

“Aihh..mas Romy..udah..udah”seru Ikrima gemas,dan tanpa sadar jemari wanita berjilbab ini mencubit lengannya yang membuat Romy meringis.

Namun sesaat Ikrima kemudian tersadar,kalau dia adalah seorang wanita bersuami, apalagi dia adalah seorang wanita muslimah yang mengenakan jilbab. Muka Ikrima terasa memanas ketika wanita berjilbab ini melihat Romy tersenyum-senyum setelah dicubit.

“Jari mbak Ikrima…halus..lentik..”desisnya sambil tersenyum, namun ibu muda satu anak ini tak lagi menanggapinya.

Ikrima mulai merasa dia mendapat pengaruh aneh dari laki – laki di sampingya itu, sehingga dia begitu mudahnya akrab dengannya, atau mungkin kemiripan muka Romy dengan suaminya yang membuat Ikrima bagaikan hanyut.

Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab – Pukul 9.30 pagi menjelang siang, suasana counter HP TZN dan sekitarnya semakin sepi. Hujan begitu deras di luar counter menimbulkan suara deru yang cukup keras. Wanita berjilbab ini melihat jalan raya kaliurang yang menjadi sepi kecuali mobil yang berseliweran. Ikrima melirik ke sebelah, Ikrima kembaliterhanyut muka rekan kerjanya yang mirip sekali dengan suaminya. Baru sejenak pikiran Ikrima menerawang,
mendadak wanita berjilbab ini dikejutkan oleh elusan yang merayap di pahanya.

Ikrima bagai tersengat arus listrik karena terkejutnya, namun sedetik kemudian Wanita berjilbab lebar ini membeku bagaikan menjadi patung es, ketika menyadari tangan yang merayap dipahanya adalah tangan laki – laki di sampingnya. Badan wanita muda ini menjadi kejang ketika tangan kanan Romy mengelus perlahan pahanya yang masih tertutup baju dan celana panjang warna hitam yang dikenakannya. Entah kenapa, Ikrima hanya mampu menggigit bibir ketika tangan Romy mulai nakal melepas kancing baju yang dikenakannya pada bagian dada, ,sehingga beberapa kancing baju yang dikenakan ibu muda berjilbab inipun terlepas bagian dadanya.

Ikrima adalah seorang ibu rumah tangga bermuka cantik yang berkulit putih mulus berumur 30 tahun. Wanita cantik ini terlihat alim dengan jilbab lebar serta jubah panjang dan kaus kaki sebagai ciri Muslimah yang taat, apabila dia keluar rumah atau bertemu laki-laki yang bukan mahromnya. Dalam kehidupan seharinya wanita berjilbab ini bekerja sebagai karyawan counter HP yang cukup ternama di Klaten. Karena kesibukannya mengurus rumah tangganya, maka Ikrima memohon agar ditempatkan di kaliurang yang notabene
dekat dengan rumahnya. Dalam counter TZN di kaliurang tersebut hanya dikelola oleh Ikrima dan 2 orang laki-laki rekan kerjanya.
Pagi hari sekitar pukul 8.00 pagi, suasana counter TZN dikaliurang sangat sepi, tidak seperti hari biasanya banyak yang beli pulsa atau transaksi jual beli HP. Dengan jilbab putih yang lebar warna putih, serta pakaian panjang sampai diatas lutut berwarna biru dipadu dengan celana panjang warna hitam serta kaus kaki berwarna krem membuat Ikrima tampak sangat cantik dan alim. Kebetulan hari itu Ikrima tidak memakai jubah yang biasa dikenakannya.
Ikrima duduk dibelakang etalase bersama teman laki-lakinya yang bernama Romy karena kebetulan hari itu jatahnya temannya yang bernama nanang libur. Romy sudah beristri yang juga berjilbab yangditempatkan di TZN pusat di karanganyar.
Pagi itu suasana counter TZN kaliurang memang sangat sepi. Belum ada satupun pelanggan yang beli pulsa atau sekedar melihat-lihat HP baru.
Sebentar kemudian Nampak mendung tebal bergayut diatas kota kecamatan yang terletak dilereng lawu tersebut. Jarum jam menunjukkan jam 8.30 pagi, tiba-tiba saja terlihat kilat disertai Guntur kemudian disusul hujan yang lebat. Air hujan bagai tercurah dari langit diatas bumi kaliurang. Suasana tersebut menambah sepi suasana counter tersebut, karena jam segitu adalah jam kerja dan jam sekolah. Sementara orang yang tidak beraktifitasmenjadi malas keluar karena hujan deras.
Tak sengaja Ikrima menoleh kesamping, Ups..hati Ikrima tergetar ketika menyadari Romy ternyata juga sedang memperhatikanya.Laki-laki tersebut terlihat gugup ktika mata Ikrima memergokinya. Segera aja dia membuang muka, di mata Ikrima Romy terlihat cukup baik dan santun, usianya mungkin sekitar 29 tahunan. Ikrima hanya tersenyum melihat kegugupannya.
“Malah hujan mas?’ Ikrima mengawali pembicaraan.
Romy menoleh dan tersenyum,lantas mengangguk. Entah mengapa kemudian Ikrima menjadi sangat akrab dengan
teman kerjanya tersebut,padahal Ikrima bukan seorang wanita yang mudah akrab dengan laki-laki lain.
Dalam perbincangan itu,entah mengapa diam-diam Ikrima membandingkan Romy dengan suaminya. Ikrima melihat badannya lebih tinggi dibanding dengan suaminya, Romy lebih atletis dan tegap. Dengan dada berdesir,Ikrima akhirnya menyadari kalau muka Romy mirip sekali dengan suaminya. Wanita berusia 25 tahun ini bagaikan lupa keadaan dirinya ketika berbincang kian akrab dengan Romy. Ketika berulangkali laki – laki ini memuji kecantikan mukanya, Ikrima menjadi salah tingkah. Ibu rumah tangga yang aktif ikut pengajian salah satu ormas besar disolo ini merasa tersanjung dengan pujian laki-laki tersebut.
“Ah mas Romy..”desis Ikrima dengan muka terasa panas mendengar pujian itu walaupun dalam hati Ikrima merasa senang.
“Bener kok mbak..mbak begitu cantik, manis apalagi pakai jilbab seperti ini,jadi kian anggun beruntung deh yang jadi suami Mbak..”kata Romy seraya lekat memandang muka wanita berjilbab lebar ini.
“Aihh..mas Romy..udah..udah”seru Ikrima gemas,dan tanpa sadar jemari wanita berjilbab ini mencubit lengannya yang membuat Romy meringis.
Namun sesaat Ikrima kemudian tersadar,kalau dia adalah seorang wanita bersuami, apalagi dia adalah seorang wanita muslimah yang mengenakan jilbab. Muka Ikrima terasa memanas ketika wanita berjilbab ini melihat Romy tersenyum-senyum setelah dicubit.
“Jari mbak Ikrima…halus..lentik..”desisnya sambil tersenyum, namun ibu muda satu anak ini tak lagi menanggapinya.
Ikrima mulai merasa dia mendapat pengaruh aneh dari laki – laki di sampingya itu, sehingga dia begitu mudahnya akrab dengannya, atau mungkin kemiripan muka Romy dengan suaminya yang membuat Ikrima bagaikan hanyut.
Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab – Pukul 9.30 pagi menjelang siang, suasana counter HP TZN dan sekitarnya semakin sepi. Hujan begitu deras di luar counter menimbulkan suara deru yang cukup keras. Wanita berjilbab ini melihat jalan raya kaliurang yang menjadi sepi kecuali mobil yang berseliweran. Ikrima melirik ke sebelah, Ikrima kembaliterhanyut muka rekan kerjanya yang mirip sekali dengan suaminya. Baru sejenak pikiran Ikrima menerawang,
mendadak wanita berjilbab ini dikejutkan oleh elusan yang merayap di pahanya.
Ikrima bagai tersengat arus listrik karena terkejutnya, namun sedetik kemudian Wanita berjilbab lebar ini membeku bagaikan menjadi patung es, ketika menyadari tangan yang merayap dipahanya adalah tangan laki – laki di sampingnya. Badan wanita muda ini menjadi kejang ketika tangan kanan Romy mengelus perlahan pahanya yang masih tertutup baju dan celana panjang warna hitam yang dikenakannya. Entah kenapa, Ikrima hanya mampu menggigit bibir ketika tangan Romy mulai nakal melepas kancing baju yang dikenakannya pada bagian dada, ,sehingga beberapa kancing baju yang dikenakan ibu muda berjilbab inipun terlepas bagian dadanya.
Badan Ikrima kian menggigil,ketika tangan Romy mulai menyusup di balik baju yang kenakannya. Perlahan wanita berjilbab ini merasakan tangan laki – laki itu mengelus dan meremas buah dadanya beberapa kali.
Lantas wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan laki – laki ini baju bagian bawahnya kemudian bergerak mengelus bagian bawah perutnya. Sesaat kemudian kedua tangan Romy membuka pengait celana panjang yang dikenakan oleh Ikrima dan membuka restling celananya sekaligus kemudian mulai mengelus elus bagian selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam warna putih.
Ingin rasanya Ikrima menepis tangan laki-laki kurang ajar yang tengah menggerayangi daerah terlarang miliknya itu,namun entah mengapa semuanya terasa beku, badannya hanya mampu menggigil menahan birahi ketika tangan Romy mengelus-elus selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam hingga ke duburnya..beberapa kali Ikrima merasakan kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam itu dielus- elus tangan Romy dan diremas-remasnya lembut.Tanpa sadar Ikrima justru membuka kedua pahanya kian lebar sehingga tangan Romy kian leluasa menggerayangi kemaluannya beberapa saat.
Ikrima mulai mendesah perlahan, ketika tangan Romy terasa menyusup ke balik celana dalam yang dikenakannya lantas menarik-narik rambut kemaluannya yang tumbuh lebat tak tercukur. Jemari tangan Romy menyusuri gundukan bukit kemaluan wanita berjilbab ini kian ke bawah hingga sampai celah lubang memeknya.
Wanita berjilbab lebar ini nyaris histeris menahan nikmat ketika bibir lubang memeknya itu diusap pelan oleh jemari tangan Romy. Rasa birahi ternyata telah membutakan kenyataan bahwa tangan laki-laki yang tengah menyentuh kemaluannya bukanlah suaminya.
Ikrima mulai menggelinjang saat jemari tangan Romy mengelus-elus perlahan bibir kemaluannya beberapa saat lantas wanita berjilbab ini merasakan bibir kemaluannya itu dibuka dan jemari tangan Romy pun segera melesak ke dalam lubang memek yang telah mengeluarkan satu orang anak tersebut. Badan Ikrima gemetaran dan mulutnya mendesah saat kemudian kelentit dalam kemaluannya disentuh oleh jemari tangan Romy lantas dipilinnya lembut membuat wanita berjilbab lebar ini nyaris te Mmmmmmfff…enak kan Mbak ….nnnnnghhh…” kata Ronny di belakangnya sambil mengocok lubang memek wanita berjilbab lebar ini dengan napas terengah-engah. Tangan kiri lelaki itu membekap pangkal paha Yulia, lalu jari tengahnya mulai menekan klitoris ibu muda berjilbab itu lantas dipilinnya dengan lembut, membuat wanita berjilbab lebar yang alim ini menggigit bibirnya
Ikrima tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya.Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah nikmat, apalagi tangan kanan lelaki itu kini kembali menyusup ke balik baju panjangnya, lalu ke balik cup BH-nya dan memilin-milin puting susunya yang peka..

Ayo Mbak Ikrima….ahhhh… …nikmati…oohhhh….nikmat sekali kan….?” Romy terus menggerakkan jari tangannya yang terjepit lubang memek wanita muda yang alim ini.
Ikrima menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa nikmat dan malu. Tapi ia tak mampu, Ikrima mendesah dan mengerang dengan badan menggelinjang jalang dan akhirnyadalam waktu beberapa menit kemudian wanita berjilbab lebar ini menjerit tertahan saat ia meraih puncak
kenikmatan, sesuatu yang cair kental menyembur keluar dari dalam rahimnya sehingga meleleh melalui lubang memeknya dan menetesi karpet dibawahnya.Badan Ikrima langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya terus mengaduk lubang memeknya dengan jari tangannya. Ikrima kembali mendesah, saat perlahan Romy menarik keluar jari tangannya yang digunakan mengobok-obok kemaluan wanita berjilbab lebar ini.

Ikrima menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa nikmat dan malu. Tapi ia tak mampu, Ikrima mendesah dan mengerang dengan badan menggelinjang jalang dan akhirnyadalam waktu beberapa menit kemudian wanita berjilbab lebar ini menjerit tertahan saat ia meraih puncak
kenikmatan, sesuatu yang cair kental menyembur keluar dari dalam rahimnya sehingga meleleh melalui lubang memeknya dan menetesi karpet dibawahnya.Badan Ikrima langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya terus mengaduk lubang memeknya dengan jari tangannya. Ikrima kembali mendesah, saat perlahan Romy menarik keluar jari tangannya yang digunakan mengobok-obok kemaluan wanita berjilbab lebar ini.
Sesaat kemudian Romy berdiri dan berjalan keluar untuk melihat suasana, ternyata hujan kembali deras
mengguyur kaliurang. Jalanan masih banjir , sementara jam menunjukkan pukul 11.45.
“Mbak kita istirahat bentar, kemudian makan trus sholat kemudian nanti kita lanjutkan lagi. Mumpung sepi dan hujan deras mbak, jadi gak ada yang mengganggu.” Ujar Romy sambil tersenyum. “Lanjutkan apa mas…?” Tanya Ikrima tergagap
“He..he… saya kan belum merasakan nikmatnya kemaluan saya menyodok kemaluanmu mbak, tanggung mbak mumpung ada kesempatan…” kata Romy sambil meremas remas buah dada Ikrima, sementara Ikrima menjadi bingung.
“Nanti kita melakukannya di kamar belakang itu aja mbak..” kata Romy sambil menunjuk kamar kecil dibelakang etalase yang hanya muat untuk tidur 2 orang tersebut.
Kamar tersebut sebenarnya digunakan untuk sholat dan tidur nanang dimalam hari jika tidak libur.
Ikrima pun hanya bisa pasrah, sesaat kemudian Ikrima keluar counter seperti biasa untuk beli makan siang para pegawai counter. Sementara Ikrima pergi, Romy segera menyiapkan minuman yang sudah ditaburi obat perangsang sex. Sepuluh menit kemudian Ikrima kembali ke counter membawa 2 bungkus nasi. Mereka berdua pun segera makan, kemudian bergantian sholat dzuhur.
Hujan masih turun justru semakin deras seolah memberi kesempatan laki laki dan ibu muda berjilbab tersebut untuk melanjutkan perselingkuhan. Setelah sholat Romy menengok keluar memastikan suasana aman dan mendukung, karena Romy berniat menikmati badan montok rekan kerjanya tersebut sampai puas. Setelah merasa aman Romy masuk dan melihat Ikrima sedang menghitung stok vhoucer, tanpa berkata sepatah katapun Romy langsung memeluk Ikrima dari belakang.
Badan ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang ketika kemudian dia merasakan,kedua tangan Romy itu menyusup ke balik jilbab lebarnya,meremas-remas lembut kedua payudaranya yang tertutup baju dan bra.
Lantas salah satu tangan lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya dari luar baju panjang yang dipakainya.
“Masss.. ahh,,hh..”desah Ikrima sambil menghentikan pekerjaannya menghitung stok voucher.
Romy tersenyum, kedua tangannya kian bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan wanita alim berusia 25 tahun ini. Ikrima menggeliat-geliat menerima remasan laki-laki yang bukan suaminya ini dalam posisi berdiri membelakangi laki-laki itu.
“Aahhh.. enghh….mmhh.. .ohhh” desah Ikrima merasakan kenikmatan pada kemaluan dan buah dadanya. Romy berlutut di belakang pantat Ikrima, sementara kedua tangan Ikrima berpegangan pada lemari khusus kasir tersebut.
Ikrima menggigil dengan badan kejang ketika kemudian wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan lelaki rekan kerjanya itu menarik turun celana panjang sekaligus celana dalamnya. Badan Ikrima gemetar oleh rasa malu dan nikmat ketika tanpa diduganya, Romy menyingkap bagian bawah baju birunya ke atas sampai kepinggang. Ibu muda berjilbab lebar ini terpekik dengan muka yang merah padam ketika menyadari bagian bawah badannya kini telanjang bulat karena dirinya sudah tidak memakai celana dalam lagi.
Romy kembali merasa takjub melihat istri rekan kerjanya ini dalam keadaan telanjang bagian bawah badannya. Sungguh, laki-laki ini tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat kemulusan badan Ikrima yang selalu dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat. Pertama kali Romy melihat Ikrima, laki-laki ini memang sudah tergetar dengan kecantikan muka wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Romy juga
sudah beristri, tapi apabila dibandingkan dengan Ikrima muka istrinya tidak ada apa-apanya.
Namun kealiman wanita yang selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuatnya merasa segan juga disamping Ikrima adalah istri teman pemilik TZN. Tetapi seringkalinya dia bertemu membuat Romy semakin terpikat dengan kecantikan wanita berjilbab lebar ini. selama ini memang Romy selalu melihat Ikrima dalam keadaan memakai pakaian panjang dan jilbab yang lebar, namun Romy dapat membayangkan kesintalan badan wanita ini melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan kemontokan pantatnya yang terlihat. Romy tidak menyangka kalau bagian badan Ikrima yang selama ini tersembunyi, hari ini dapat dinikmatinya.
Muka Ikrima merah padam ketika diliriknya, mata Romy masih melotot melihatnya yang setengah telanjang.
Celana dalam dan celana panjang yang dipakai wanita berjilbab ini kini teronggok di bawah kakinya setelah ditarik turun oleh Romy. Bentuk pinggul dan pantat wanita alim yang sintal ini sangat jelas terliha oleh Romy. Belahan pantat Ikrima yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat membuat birahi laki-laki yang telah menggelegak sedari tadi kian menggelegak. Diantara belahan pantat Ikrima terlihat belahan bibir kemaluan wanita rekan kerjanya yang kemerahan terlihat menggiurkan.
“Mbak Ikrima..Kakimu direnggangkan. Aku ingin melihat memekmu lagi …” desis Romy sambil berjongkok
menahan birahinya melihat bagian kehormatan wanita rekan kerjanya.
Wanita berjilbab lebar ini pasrah, ia merenggangkan kakinya. Dari bawah, lelaki itu menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Di pangkal paha wanita berjilbab ini tumbuh rambut kemaluannya yang cukup lebat namun terlihat rapi. Romy kagum melihat kemaluan Ikrima yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan kemaluan istrinya.
“Masss..ohhh..emmmhh…sudah mas… “ pinta Ikrima dengan suara bergetar menahan nikmat, ketika wanita alim ini merasakan tangan Romy meremas-remas bongkahan pantatnya yang telanjang.
Namun Romy seolah tak mendengarnya justru tangan lelaki itu menguakkan bongkahan pantat Ikrima lantas mendekatkan mukanya menciumi pantat mulus yang montok itu. Ikrima menggeliat ketika lidah Romy mulai menyentuh anusnya. Mulut Ikrima mulai merintih dan badan ibu muda berjilbab ini mengejang ketika wanita ini merasakan lidah lelaki itu menyusuri belahan pantatnya lantas menyusuri celah di pangkal pahanya.
Dengan bernafsu Romy menguakkan bibir kemaluan Ikrima yang berwarna merah jambu dan lembab.
Badan wanita berjilbab lebar ini mengejang hebat saat lidah lelaki itu menyeruak ke lubang memeknya.
Badannya bergetar ketika lidah itu menyapu klitorisnya. Semakin lama wanita berjilbab berusia 25 tahun ini tak kuasa menahan erangannya ketika bibir lelaki itu mengatup dan menyedot-nyedot klitorisnya, dan menit-menit selanjutnya Ikrima semkin mengerang jalang oleh birahi ketika Romy seakan mengunyah- ngunyah kemaluannya. Seumur hidupnya, Ikrima belum pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya.
“Hmmm…, nikmat sekali kan Mbak Ikrima….?” kata Romy sambil berdiri setelah puas menyantap kemaluan istri wanita berjilbab lebar tersebut. Sementara itu tangan kirinya terus mengucek-ngucek kelamin wanita berjilbab lebar tersebut.
“Aihhhh…eungghhhh….” Ikrima mengerang dengan mata mendelik, ketika beberapa saat kemudian sesuatu yang
besar,panjang dan hangat mulai menusuk kemaluannya melalui belakang.
Badan wanita berjilbab ini mengejang ketika menyadari kemaluannya tengah dimasuki penis Romy sementara wanita berjilbab lebar ini hanya bisa pasrah. Hingga sekejap kemudian Ikrima merasakan batang penis Romy yang jauh lebih besar dan panjang di banding milik suaminya, telah bersarang di lubang memeknya hingga menyentuh rahimnya. Badan Ikrima hanya mampu menggelinjang ketika Romy mulai menggerakan kontolnya dalam jepitan kemaluannya.
“Mmmfff…enak juga bersebadan sambil berdiri….nnghhh…oohhh ” kata Romy di belakangnya sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas terengah-engah.
Ikrima dapat merasakan ****** Romy yang kini tengah menusuk-nusuk lubang memeknya, jauh lebih besar dan panjang dibanding ****** suaminya. Ikrima tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar.

Ikrima dapat merasakan ****** Romy yang kini tengah menusuk-nusuk lubang memeknya, jauh lebih besar dan panjang dibanding ****** suaminya. Ikrima tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasarkesadarannya.Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup kebalik bajunya, lalu ke balik cup BH-nya dan memilin-milin puting susunya yang peka.
“Ayo Mbak Ikrima….ahhhh… …nikmati…ahh….nikmati….” Romy itu terus memaju mundurkan kontolnya yang terjepit lubang memek wanita muda yang alim ini.
Ikrima memejamkan matanya, menikmati terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa nikmat dan malu. Ikrima mendesah dan mengerang dengan badan menggelinjang jalang dan akhirnya dalam waktu beberapa menit kemudian wanita berjilbab lebar ini menjerit saat ia meraih puncak kenikmatan. Badan Ikrima langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya selangkah lagi sampai ke puncak. Romy terus mengaduk lubang memek Ikrima dengan kecepatan penuh.
Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan kontolnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan ibu muda berjilbab ini. Kedua tangannya mencengkeram payudara Ikrima yang padat dan montok dengan kuat. Sesaat kemudian Romy menyingkap dan melepas semua kancing baju yang dikenakan Ikrima hingga terlihat bra yang dikenakan Ikrima,kemudian kembali diremas-remasnya buah dada yang ranum tersebut hingga Ikrima meintih-rintih dan mendesah.
“Ohhh …mmhhh …enghhh”desah Ikrima ketika sekali cairan kemaluannya menyembur menyiram ****** Romy yang sedang mengaduk aduk kemaluannya.
Ikrima yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam lubang
memeknya gantian disembur cairan hangat mani dari ****** Romy yang terasa banyak membanjiri lubang
lubang memeknya. Ikrima kembali merintih, saat perlahan Romy menarik keluar kontolnya yang lunglai.
Sementara hujan diluar turun semakin deras disertai dengan Guntur.
Rupanya Romy belum puas setelah menyebadani badan montok wanita berjilbab lebar yang menjadi rekan
kerjanya tersebut. Sesaat kemudian Romy meremas remas buah dada Ikrima yang menegang seperti dua buah gunung kembar.
“mas sudah mas… aku lelah banget” pinta Ikrima sambil menoleh kebelakang
“satu ronde lagi aja mbak… tanggung nih..” kata Romy sambil meremas buah dada wanita berjilbab lebar
tersebut.
Kemudian sambil terus meremas remas buah dada Ikrima dari belakang, Romy mengajak Ikrima berjalan ke kamar belakang tanpa memperhatikan celana panjang dan celana dalam milik Ikrima yang masih teronggok di samping lemari kasir.
Setelah sampai di kamar belakang etalase tersebut, Romy menelentangkan Ikrima dalam keadaan hanya memakai jilbab lebar warna putih dan baju panjang warna biru yang sudah terbuka hampir semua kancing bajunya.
Sekejap kemudian tangan Romy terulur kembali meremas-remas kedua susu mengkal milik wanita berjilbab
lebar tersebut.
Tanpa membuang waktu Romy kemudian melucuti baju panjang dan BH yang dipakai Ikrima sekaligus. Mata Romy melotot buas ketika memperhatikan lubang memek Ikrima yang tampak membukit. Gundukan di tengah selangkangan yang tampak menonjol membuat penis Romy terasa kian keras menegang oleh birahi dan Romy tak tahan mengulurkan tangannya meremas-remas bukit kemaluan yang montok milik Ikrima. Ikrima tersentak ketika tangan Romy meremas-remas bagian selangkangannya yang masih berlepotan cairan kewanitaannya, namun pengaruh obat perangsang sex yang diminumnya membuat wanita berjilbab lebar ini hanya bisa mendesah.
Badan ibu muda yang alim ini hanya menggeliat-geliat saat selangkangannya diremas remas oleh tangan Romy tanpa jemu. Mulutnya mendesah-desah dengan ekspresi yang membuat libido Romy kembali semakin terangsang.
Romy terkekeh melihat gelinjangan ibu muda berjilbab yang alim ini saat bagian selangkangannya diremas
remas-remas. Puas meremas-remas tonjolan bukit kemaluan wanita berjilbab lebar tersebut, mata Romy
kembali memandang wanita berjilbab lebar ini yang terlentang di atas kasur ini dari ujung kepalanya yang
masih terbalut jilbab hingga ke kakinya.
Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan dan muncul sebuah sensasi sendiri saat Romy berhasil melihat bagain kemaluan wanita berjilbab lebar yang cantik seperti Ikrima. Tangan Romy memang telah merasakan kekenyalan bukit kemaluan Ikrima, saat meremas-remas sebelumnya.
Tetapi ketika melihat bentuknya pada saat terlentang dalam keadaan telanjang ternyata sangat merangsang
birahi. Romy memperhatikan muka Ikrima yang terlentang di depannya, muka ayu berbalut jilbab lebar itu
terlihat semakin ayu menggemaskan.
Muka wanita berjilbab lebar tersebut memperlihatkan ekspresi wanita yang tengah terlanda birahi. Romy
menyeringai sejenak sebelum kemudian membenamkan mukanya di tengah selangkangan Ikrima yang terasa hangat.
Hidungnya mencium bau kewanitaan Ikrima yang segar dan wangi, jauh sekali perbedaannya dibanding bau
kewanitaan istrinya. Romy semakin mendekatkan mukanya ke arah bukit kemaluan Ikrima, bahkan hidungnya telah menyentuh kelentit pada kemaluan Ikrima.
Dengan nafas yang terengah-engah menahan birahi, lidahnya terjulur menjilati kelentit yang menonjol di
antara bibir kemaluan wanita berjilbab lebar tersebut. Saat lidahnya mulai menyapu kelentit Ikrima, tiba-
tiba pinggul wanita berjilbab ini menggelinjang dibarengi desahan ibu muda berjilbab ini.
“Ahh…ahhhhh..ahhh”desah Ikrima yang membuat libido Romy semakin menggelegak.
Romy semakin bernafsu menjilati dan menciumi bukit kemaluan Ikrima yang semakin becek oleh cairan
kemaluannya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kemaluan Ikrima atau bibir Romy menciumnya dengan penuh nafsu, wanita berjilbab berkulit putih ini menggelinjang dan mendesah- desah penuh birahi. Lidah dan bibir Romy seakan berebut merambah sekujur permukaan bukit kemaluan Ikrima .
“Ouhhhh….Mbak Ikrima……”desis Romy melihat gundukan bukit kemaluan Ikrima yang kini tak lagi tertutup celana dalam tersebut.
Bibir kemaluan Ikrima terlihat merekah kemerahan dengan kelentit menonjol kemerahan di tengahnya. Bulu-bulu kemaluan yang lebat, tampak kontras dengan putihnya bukit kemaluan wanita berjilbab tersebut. Romymelihat kemaluan Ikrima sudah basah oleh rangsangan sebelumnya, bahkan ketika Romy menguakkan bibirkemaluan wanita PKS ini cairan kenikmatan nya jatuh menetes membasahi kasur.
Romy menjadi sangat terangsang melihat hal ini. Dengan birahi yang kian menggelegak lidah Romy menyapukemaluan telanjang di antara paha wanita alim ini. Romy merasa paha Ikrima bergetar lembut ketikalidahnya mulai menjalar mendekati selangkangan wanita berjilbab lebar ini. Ikrima menggeliat kegelianketika akhirnya lidah Romy sampai di pinggir bibir kemaluannya yang telah terasa menebal. Ujung lidahRomy menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah becek kemaluan yang memang telah basah itu.
Terengah-engah Ikrima mencengkeram kasur menahan nikmat yang tiada tara. Ikrima menggelinjang hebat ketika lidah dan bibir Romy menyusuri sekujur kemaluan ibu muda ini. Mulut wanita berjilbab ini mendesah-desah dan merintih-rintih saat bibir kemaluannya di kuak lebar-lebar dan lidah Romy terjulur masuk menjilati bagian dalam kemaluannya. Bahkan ketika lidah Romy menyapu kelentit Ikrima yang telah mengeras itu, kemudian di teruskan dengan menghisapnya dengan lembut Ikrima merintih hebat. Badannya mengejang sampai
punggungya melengkung bagaikan busur panah membuat dadanya yang montok membusung.
“Ahhhhh….ahhhhhh….ahhhhh”rintih Mbak Ikrima dengan jalangnya disertai badan yang menggelinjang.
Kembali cairan kenikmatan membasahi kemaluan wanita berjilbab ini, hal ini lidah dan bibir Romy makinliar menjilati di daerah paling pribadi milik Ikrima yang kini sudah membengkak kemerahan. Gundukankemaluan yang putih kemerah- merahan itu menjadi berkilat-kilat basah dan bulu-bulu kemaluan wanitaberjilbab ini pun menjadi basuh kuyup oleh jilatan Romy. Lidah Romy menyusuri belahan kemaluan yangtelah membengkak lantas ke sekujur permukaan kemaluan yang membukit montok hingga ke sela-sela keduapahanya, kemudian menyusuri ke bawah hingga ke belahan pantat yang tampak montok.
Romy menjadi semakin gemas melihat belahan pantat Ikrima yang terlihat sebagian, sehingga dengan bernafsu Romy membalikkan badan wanita berjilbab yang terlentang menjadi tengkurap. Mata Romy melotot liar melihat pemandangan indah setelah wanita berjilbab lebar tersebut tengkurap. Pantat wanita berjilbab yang montok dan telanjang tampak menggunung menggiurkan. Romy terengah penuh birahi memandang kemontokan pantat bundar Ikrima yang putih mulus itu.
Dengan gemas Romy meremas-remas bukit pantat wanita alim tersebut dengan tangan lantas Romy mendekatkan  mukanya pada belahan pantat wanita berjilbab tersebut . Lidahnya terjulur menyentuh belahan pantatnya kemudian dengan bernafsu Romy mulai menjilati belahan pantatnya yang putih mulus tersebut. Ikrima mendesah-desah dengan badan menggelinjang menahan birahinya, saat lidah Romy menyusuri belahan pantatnya hingga belahan kemaluannya yang kemerahan. Belahan pantat mulus Ikrima yang putih dalam sekejap menjadi basah berkilat oleh jilatan lidah Romy.
Kemudian bibir dan lidah Romy secara bergantian menyusuri sekujur pantat montok wanita berjilbab
tersebut. Tangannya juga menguak belahan pantat ibu muda tersebut dan selanjutnya lidahnya menyapu daerah anus dan sekitarnya yang membuat wanita berjilbab lebar tersebut mengerang penuh birahi. Puas menikmati pantat Ikrima yang montok, Romy kembali menelentangkan ibu muda berjilbab lebar ini. Mata Romy terarah pada sepasang payudara montok yang seperti gunung hendak meletus. Tangan Romy dengan lincah jari-jari tangannya meremas remasbuah dada Ikrima yang tegak bagai gunung kembar tersebut.
Buah dada Ikrima nampak sangat montok dan indah. Buah dada yang putih mulus dengan puting susu yang
kemerahan membuat Romy tak sabar untuk meremas dan menyedot putting susunya. Sedetik kemudian, payudara wanita berjilbab ini telah berada dalam mulut Romy yang menyedot dengan nafsu secara bergantian. Puting susu yang telah tegak mengeras tersebut di hisap dan diremas-remas membuat Ikrima terpekik kecil menahan kenikmatan birahinya. Payudara Ikrima yang putih mulus itu dalam sekejap basah oleh liur Romy. Romy sudah tak tahan menahan nafsunya.
Romy tidak menyangka kalau saat ini Romy berhasil menelanjangi wanita rekan kerjanya yang tampak alimini dengan jilbab dan pakaian yang tertutup rapat. Birahinya sudah menggelegak di ubun-ubun dengan penisyang tegang mengeras. Romy melihat ibu muda berjilbab ini mempunyai badan yang indah dan terlihat masihkencang.Romy menyusuri keindahan badan telanjang wanita muda rekan kerjanya tersebut dari muka yangterbalut jilbab hingga ke kakinya. Kemudian mata Romy kembali menatap kemaluan Ikrima yang indah itu,tangan Romy kembali terulur menjamah bagian kewanitaan wanita alim yang telanjang ini. Romy merasakan
kewanitaan Ikrima berdenyut liar, bagai memiliki kehidupan tersendiri.
Warnanya yang merah basah, kontras sekali dengan rambut-rambut lebat di sekitarnya. Dari jarak yangsangat dekat, Romy dapat melihat betapa lubang kewanitaan wanita berjilbab lebar tersebut membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Ikrima telah pindah ke bawah. Romyjuga bisa melihat betapa otot-otot di pangkal paha Ikrima menegang seperti sedang menahan sakit.
Begitu hebat puncak birahi melanda Ikrima, sampai dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit tertahan , lalu mengerang, lalu menggumam, lalu hanya terengah-engah.
Batang kejantanan Romy segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yang berdegup keras.
Ikrima masih menggeliat-geliat dengan mata terpejam, menampakkan pemandangan sangat seksi di atas kasur ini.
Tangan ibu muda berjilbab ini mencengkram kasur bagai menahan sakit, kedua pahanya yang indah terbuka
lebar, kepalanya yang terbalut jilbab mendongak menampakkan ekspresi muka menggairahkan, jilbabnya bagai membingkai mukanya yang sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Romy menempatkan dirinya di antara kedua kaki Ikrima, lalu mengangkat kedua paha wanita berjilbab ini, membuat kemaluan Ikrima semakin terbuka.
Sesaat kemudian dengan cepat penis Romy yang tegang segera melesak ke dalam badan Ikrima melaluilubang memeknya. Romypun segera menunaikan tugasnya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannyadengan cepat. Gerakannya begitu ganas dan liar, seperti hendak meluluh-lantakkan badan Ikrima yang sedang menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, batang penis Romy menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali sampai ke dinding belakang yang sedang berkontraksi menyambut orgasme.
Wanita alim ini merintih dan mengerang penuh kenikmatan. Romy mengerahkan seluruh tenaganya menyebadani wanita yang alim ini. Otot-otot bahu dan lengannya terasa menegang dan terlihat berkilat-kilat karena keringat.

Incoming search terms:

  • ngentot istri teman
  • cerita ngentot istri teman
  • cerita sex istri teman
  • cerita sex ngentot istri teman
  • ngentot istri temen
  • cerita dewasa istri teman
  • cerita sex dengan istri teman
  • cerita sex perkosa istri teman
  • cerita ngentot jilbab
  • ngentot istri teman berjilbab

Tags: #cerita dewasa #cerita ngentot #cerita setengah baya #cerita sex #mesum #porno #selingkuh #terbaru mei 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Ngentot 2016 Ngentot Istri Teman Berjilbab"

Penulis: 
    author